HASRA ZONE | FREE ZONE website | Members area : Register | Sign in

Puasa Sunat dan Keutamaannya

31 October 2008

Share this history on :
a. Puasa sunnat yang utama
Seutama-utama puasa sunat yang ingin membayakkan puasa, ialah : berpuasa satu hari dan berbuka satu hari. Demikianlah puasa Nabi Daud.
Beginilah puasa yang utama (afdlal) kita kerjakan, jika ingin membanyakkan puasa.
Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Abdullah Ibn Amer bahwa Rasulullah SAW, bersabda :”Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itu puasa Nabi Daud dan itulah seutama-utama puasa. “Maka berkatalah aku (Abdullah Ibn aaaAmer); “Saya sanggup lebih dari demikian. “Jawab Rasulullah SAW.: “Tidak ada yang lebih utama dari itu”.
Dan tidak dihalalkan bagi seseorang berpuasa lebih dari itu, sebagaimana tidak boleh berpuasa sepanjang masa. Al Iraqi menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa puasa Daudlah puasa yang paling utama.

b. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal
Diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Ayub , bahwa Rasulullah SAW. Bersabda : “Barang siapa berpuasaadhan diikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka itulah puasa sepanjang masa.”Dikatakan puasa Ramadhan dan puasa enam sebagai puasa sepanjang masa, karena satu kebajikan, dibalas dengan sepuluh kali lipat. Maka puasa Ramadhan itu, disamakan dengan puasa sepuluh bulan dan puasa enam di bulan Syawal itu disamakan dengan puasa dua bulan.. Maka dengan kita bepuasa satu bulan (Ramadhan) dan enam di bulan Syawal itu , saeakan-akan kita telah mengerjakan puasa setahun penuh.
Yang utama hendaklah kita kerjakan puasa enam ini berturut-turut enam hari sesudah hari raya, yakni jangan berselang-selang harinya. Tetapi jika diselang-selang dari awal Syawal dibolehkan juga.
Pendapat para ulama dalam menentukan waktu mewngerjakan puasa enam ini ada 3 macam :
1. mengerjakan terus menerus sesudah hari raya, dengan beriring-iring (tidak berselang-selang)
2. mengerjakan beriring-iring terus sesudah hari raya atau serlang-seling dalam bulan Syawal itu
3. tidak dikerjakan terus sesudah hari raya, hanya dikerjakan pada hari ke-3 sebelum hari putih (yakni hari ke sepuluh). Ke-11 dan ke-12 dari bulan Syawal) dan pada 3 hari putih (yakni : hari ke-13, ke-14, dank e-15 dari bulan Syawal) atau pada tiga hari sesudah hari putih (yakni ke-16, ke-17, dan ke-18).
Faedah mengerjakan puasa enam
1. memberikan pahala puasa sepanjang masa
2. puasa enam itu setamsil sunat rawatib sesudah shalat fardlu untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa fardlu.
3. mengulangi berpuasa sesudah sesudah puasa Ramadhan menjadi tanda terima puasa Ramadhan.
4. sebagai tanda mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan Allah
5. amal yang dilaksanakan untuk memndekatkan diri kepada Allah di bulan Ramadhan, tiada berhenti dengan selesainya Ramadhan, bahkan menjadi kekal karena klita mengiringkan puasa Ramadhan dengan puasa enam hari lagi.
Kalau ada seseorang yang tertinggal puasa Ramdhan, hendaklah ia menuanikan qadla Ramadhannya lebih dahulu di bulan Syawal, dan sesudah itu barulah mengerjakan puasa enam. Beginilah yang lebih utama.

c. Puasa Hari Arafah
Diriwatkan oleh Muslim dari Abi Qatadah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW. Bersabda : “Puasa di hari arafah menutup dosa dua tahun, tahun yang telah lalu dan tahun yang akan datang”.
Hari arafah ialah hari yang kesembilan dari bulan Zulhijjah. Dinamakan dengan hari Arafah, karena para hujjaj (orag yang negerjakan haji), pada hari ini melakukan wuquf di Arafah. Dalam hal pemaknaan menutup dosa 2 tahun yang lalu dan tahun yang akan datang, dalam Alhawi, Al Mawardi berkata : :dalam hal ini ada dua macam, pengertian. Pertama, Allah mengampuni dosa dua tahun, kedua dalam dua tahun Allah memeliharanya itu dari dosa”.

d. Puasa Muharam
"Bahwasanya seutama-utama shalat sesudah shalat fardlu, ialah shalat dalam perut malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadhan ialah puasa di bulan Allah yang kamu namai dengan bulan Muharram.” (HR. An Nasa-i)
Dengan tegas Nabi Muhammad SAW. Menyatakan keutamaan bulan Muharrram. Bulan ini dinamakan bulan Allah. Diterangkan pula bahwa puasa bulan Muharram lebih utama dari bulan-bulan yang lain, selain bulan Ramadhan.

e. Puasa Asyura
Disunahkan kita berpuasa pada hari tasua’a yaitu hari yang ke-9 dari bulan Muharram dan pada hari Asyura yaitu hari ke-10 dari bulan Muharram.
Rasulullah SAW. Bersabda : “Hari Asyura itu suatu hari yang dibesarkan oleh orang-orang yahudi dan dijadikannya hari raya. Maka Rasulullah berkata kepada para sahabat :”Berpuasalah kamu di hari Asyura itu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Ditanyakan kepada Rasulullah SAW. Tentang puasa Asyura, maka Rasulullah SAW. Menjawab : “(Puasa Asyura itu) menutup dosa tahun yang telah lalu”(HR.Muslim)
Dosa yang dikafaratkan ini adalah dosa kecil, kalau tidak ada dosa kecil, diringan dosa-dosa besar. Kalau dosa-dosa besar vtidak ada pula, maka ditinggikan derajatnya.
Para ulama menetapkan bahwa puasa Asyura itu, ada 3 martabat :
Pertama : berpuasa tiga hari, yaitu tanggal 9, 10, 11
Kedua : berpuasa tanggal 9 dan 10
Ketiga : berpuasa tanggal 10 saja

f. Puasa hari Senin dan Kamis
Rasulullah SAW. Bersabda : “Amal kita dikemukakan kepada Allah pada tiap-tiap hari Senin dan Kamis. Karena itu aku suka dikemukakan amal-amalku (pada tiap-tiap hari Senin dan Kamis), pada saat aku berpuasa.” (HR. Ahmad).
Menurut riwayat Muslim yang diterima dari Abu Qatadah, pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW. Tentang puasa hari senin, maka Rasulullah menjawab : “Itulah hari aku dilahirkan, aku dibangkitkan menjadi Rasul dan Alquran diturunkan kepadaku.”
Jawaban Rasulullah SAW. Ini menerangkan sebab-sebab disunatkan puasa Senin.
g. Puasa tiga hari pada tiap-tiap bulan
Driwayatkan oleh Muslim dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda :
Puasa tiga hari dari setiap bulan, Ramadhan ke Ramadhan itulah puasa sepanjang masa.”
Dalam berpuasa tiga hari pada tiap-tip bulan, ada beberapa pendapat ulama:
1. puasa pada tiap-tiap tiga hari pada tiap-tiap bulan, tanpa ditentukan harinya. Inilah pendapat yang terkenal menurut Al Qurthubi
2. puasa tiga hari, yaitu hari 13, 14, 15. inilah pendapat kebanyakan ahli ilmu, anatara lain, Umar, Ibnu Mas’ud , Abu Dzar, Asyafi’i, Abu Hanifah, Ahmad dan Ishaq.
3. Berpuasa tiga Hari pada yaitu : 12, 13, dan 14
4. berpuasa tiga hari pada awal bulan. Menurut pendapat Al Hasan Al Bisri
5. berpuasa pada hari Sabtu, Ahad, dan Senin di awal bulan. Kemudian selasa, Rabu dan Kamis di bulan berikutnya. Demikian pendapat Aisyah
6. berpuasa tiga hari di akhir bulan. Ini pendapat An Nakh-i
7. Hari pertama, kesepuluh dan kedua puluh. Ini pendapat Abu Ishaq Ibn Sya’ban.

h. Puasa pada hari putih
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdul Malik dari ayahnya Al Minhal, berkata
Rasulullah menyuruh kami pada hari putih
Sabdanya pula :
Adalah Rasulullah SAW. Selalu menyuruh kami berpuasa pada malam putih, yaitu : 13, 14, dan 15. Nabi bersabda : Itulah puasa sepanjang masa.”

Tentang tiga hari putih itu terdapat riwauyat yang berbeda, diantaranya :
Ada riwayat yang menerangkan bahwa tiga hari putih itu itu ialah : hari ke-13, ke-14 dan ke-15 pada tiap-tiap bulan
Ada riwayat yang menerangkan, bahwa Rasulullah SAW. Berpuasa pada suatu bulan pada hari-hari : Sabtu, Ahad, dan Senin dan pada bulan yang lain Selasa, Rabu dan Kamis
Ada riwayat yang menerangkan, bahwa tiga hari putih itu ialah dimulai pada hari Senin atau hari Kamis, pada tiap-tiap bulan.



Terima kasih telah berkunjung di Hasra Zone, Blog untuk berbagi pengetahuan dan informasi
Silahkan Tinggalkan Komentar di kotak pesan.Terimong Geunaseh..

0 komentar:

Post a Comment

silahkan meninggalkan pesan, terima kasih!!!